twitterfacebook

30 Jul 2013

Pidato Kependudukanku

Hai sobat remaja! Di postingan ini aku mau berbagi naskah pidatoku nih waktu ikut Lomba Pidato Kependudukan di Provinsi Riau beberapa waktu yang lalu.. Cekidot!


Assalamualaikum wr. wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua
Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada yang terhormat dewan juri, hadirin beserta pembawa acara yang telah memberikan kesempatan kepada saya sehingga saya dapat menyampaikan pidato saya ini dihadapan anda sekalian.
Hadirin yang saya muliakan,
Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita bersama-sama memanjatkan segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,karunia,dan berkah-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul disini dalam kesempatan yang mulia ini.
Dan tak lupa pula shalawat beriring salam kita sampaikan kepada nabi besar muhammad saw yang telah membawa kita dari jaman kebodohan hingga jaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat ini.
Sebelum memulai pidato ini ,izinkanlah saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu,dewan juri beserta hadirin yang saya hormati perkenalkanlah saya Heru Ardila Putra yang pada kesempatan ini akan membawakan pidato yang berjudul “Mengubah bangsa dengan mengubah pola pikir remaja”.
Hadirin yang saya cintai.
Era globalisasi seperti saat ini sudah saatnya bagi kita untuk tidak hanya mebahas sebatas masalah kesejahteraan individu, karena kita tahu dengan semakin meningkatnya teknologi serta pembangunan dimana-mana membuat ruang gerak kita sebagai manusia semakin sempit,karena sebagian lahan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk tempat tinggal justru malah dialihkan untuk menjadi tempat-tempat bagi pengusaha maupun penguasa untuk semakin memperkaya dirinya, dengan membangun mall misalnya.
            Nah, bagi sebagian orang mungkin sebuah langkah yang bagus karena semakin menambah pusat perbelanjaan yang serba ada, namun ada hal yang saya rasa cukup krusial sebenarnya dan harus segera di tanggulangi dan disiasati, yaitu mengenai kepadatan penduduk. Mengapa demikian? Karena dengan semakin meningkatnya angka kelahiran akan sangat berdampak pada peningkatan jumlah penduduk. Hal ini bisa kita lihat pada data dari badan pusat statistik(BPS) provinsi Riau pada tahun 2012 jumlah penduduk di Riau yang berjumlah 5,5 juta jiwa, dan kini berdasarkan hasil rekaman e-KTP ternyata jumlah penduduk beranjak menjadi 6,4 juta jiwa. Hal ini perlu kita perhatikan dan menjadi bahan pertimbangan bagi kita untuk memutar otak bagaimana mensiasati ledakan jumlah kependudukan ini yang diiringi dengan semakin pesatnya peningkatan pembangunan dan teknologi.
            Ada satu gambaran lagi yang mungkin bisa saya paparkan, mengapa kemajuan teknologi yang semakin membuat keadaan tentang kependudukan ini semakin parah dan butuh kerjasama kita semua untuk mengatasinya. Bisa kita lihat contohnya di era modern seperti saat ini angka pengguna kendaraan bermotor sangat meningkat pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dalam hal ini saya mengambil contoh penggunaan kendaraaan roda empat. Kenapa dalam hal ini saya menganggap peningkatan pengguna roda empat cukup menjadi masalah, karena kita tahu bahwa semakin banyaknya pengguna kendaraan roda empat maka akan semakin banyak lahan yang digunakan untuk jalan bagi kendaraan tersebut, misalnya dipekanbaru sendiri yang saat ini lebar jalannya sudah hampir 3-4 kali lipat lebih lebar dari sebelumnya, nah bagi pengguna kendaraan mungkin ini sangat menguntungkan,tapi tanpa disadari ini justru mempersempit lahan penduduk yang bisa dijadikan sebagai tempat tinggal, sangat tidak seimbang dengan peningkatan jumlah penduduk yang ada.
Hadirin yang saya banggakan.
            Disisi lain sebenarnya bukan melulu hanya masalah peningkatan sarana dan prasarana yang dapat membuat kepadatan penduduk semakin meningkat, kitapun sebagai manusia, sebagai makhluk biologis yang mampu tumbuh,berkembang dan menghasilkan keturunan juga harus juga menyadari bahwa angka kepadatan penduduk itu sendiri juga disebabkan oleh kita yang tidak mampu mengontrol angka kelahiran yang sangat pesat. Menurut saya hal ini dipicu oleh banyak hal, namun salahsatunya yang bisa saya sampaikan ini yaitu karena kurangnya kesadaran kita untuk tetap menjalankan program yang sudah ditetapkan pemerintah untuk tetap mengikuti program keluarga berencana(KB) yang dimana hal ini dapat menahan peningkatan jumlah penduduk di negri kita ini.
Hadirin sekalian,
            Sebelum kita melanjutkan pembahasan ini izinkan saya untuk menyampaikan 2 ilustrasi maupun pandangan yang dianut di 2 negara besar yaitu Cina dan Amerika. Di Cina yang notabenenya memang negara yang memiliki jumlah penduduk sangat tinggi saat ini memang sangat gencar dalam menekan angka kelahiran dan jumlah penduduk, bahkan beberapa hari yang lalu saya sempat mebaca artikel, sebuah keluarga di Cina rela untuk membunuh anaknya yang baru lahir dikarena kan mereka hanya diizinkan memiliki satu anak, bahkan ada yang terpaksa memberikan anaknya kepada saudara yang belum memiliki keturunan. Dan yang satu lagi dari Amerika, menurut masyarakat Amerika keluarga yang sejahtera itu adalah keluarga yang sudah mampu memiliki kebutuhan pokoknya sandang, pangan, papan, ditambah lagi pendidikan dan pekerjaan.
            Nah, apa kesimpulan dari 2 prinsip dari negara besar ini, yang pertama di Cina mereka sangat fanatik dan sangat mematuhi aturan yang ditetapkan oleh negaranya untuk hanya boleh memiliki satu anak meskipun ada yg sampai tidak manusiawi, dan Amerika sangat berprinsip untuk menciptakan keluarga yang sejahtera, bukan yang banyak anak. Dari pidato saya ini saya sangat mengharapkan kepada kita semua untuk merubah pola pikit atau mind set kita untuk berprinsip 2 anak cukup msekipun tidak ada hukuman sebenarnya jika lebih, namun kita harus mengikuti ‘Chinese Minded’ yang sangat berkomitmen dengan aturan negaranya, dan satu lagi kita juga harus memiliki pemikiran ‘American Dream’ yaitu impian yang dimana sangat memperhatikan apa arti kesejahteraan bagi sebuah keluarga. Kita perlu memadukan 2 pandangan ini untuk menciptakan negara kita lebih sejahtera dan dengan laju pertumbuhan penduduk yang rendah.
Hadirin yang saya banggakan, khususnya teman-teman remaja yang merupakan ujung tombak bangsa saat ini.
            Dan adapun sebenarnya andil bagi para remaja maupun dewasa muda seperti kita saat ini yang dapat membuat keadaan nageri ini semakin baik atau semakin buruk sebenarnya, dan saya rasa untuk kondisi saat ini yang sudah terlanjur buruk perlu kita benahi agar menjadi lebih baik, misalnya dengan hal sederhana saja yang dapat menekan angka kepadatan penduduk yaitu dengan tidak melakukan seks diluar nikah, yang tanpa kita sadari dapat meningkatkan angka kelahiran yang tak terduga, dan juga perlu kita sadari akan pentingnya pada pemahaman tenteang pendewasaan usia perkawinan yang secara tidak langsung dapat menahan dan akhirnya akan menurunkan angka kelahiran yang berdampak pada kependudukan di negri kita ini.
            Mungkin yang menjadi masalah saat ini adalah bagaimana cara mendapatkan pengetahuan tentang ini semua. Pemahaman tentang ini semua dapat kita peroleh dari banyak sumber, bisa dari organisasi PIK atau pusat informasi dan konseling yang ada di sekolah atau kampus, bisa dari internet yang sangat mudah didapatkan, yang penting hanyalah kesadaran dan kemauan untuk mengetahui dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hadirin yang saya hormati,
            Demikianlah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini,mohon maaf jika terdapat hal-hal yang membuat hadirin sekalian tidak berkenaan, semoga pidato ini dapat menjadi sedikit teguran bagi kita para remaja dan pemuda bangsa yang akan mengubah bangsa ini menjadi bangsa yang luar biasa. Dan menjadi renungan bagi kita agar kita menjadi insan yang tetap peduli terhadap sesama dengan sedikit demi sedikit peran kecil yang kita berikan dan merubah pola pikir kita saat ini untuk menghasilkan kualitas bangsa yang besar ini menjadi lebih baik lagi
Terimakasih atas perhatian Dewan Juri beserta hadirin yang telah diberikan kepada saya dan akhir kata saya tutup dengan wabilahitaufiq wal hidayah, wassalamualaikum wr.wb

0 komentar:

Posting Komentar

MARI BERSAMA-SAMA MENJADI GENERASI BERENCARA! || RENCANAKAN HIDUPMU DARI SEKARANG! || DUA ANAK CUKUP! || 
 

Pictures

Mars Keluarga Berencana

Keluarga Berencana sudah waktunya Janganlah diragukan lagi Keluarga Berencana besar maknanya Untuk hari depan nan jaya Putra-putri yang sehat Cerdas dan kuat Kan menjadi harapan bangsa Ayah-ibu bahagia rukun raharja Rumah tangga aman sentosa

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *