Selamat
pagi dan salam sejahtera untuk kita semua
Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada yang
terhormat dewan juri, hadirin beserta pembawa acara yang telah memberikan
kesempatan kepada saya sehingga saya dapat menyampaikan pidato saya ini
dihadapan anda sekalian.
Hadirin
yang saya muliakan,
Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita
bersama-sama memanjatkan segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat,karunia,dan berkah-Nya sehingga kita semua dapat
berkumpul disini dalam kesempatan yang mulia ini.
Dan tak lupa pula shalawat beriring salam kita sampaikan kepada nabi besar muhammad saw yang telah membawa kita dari jaman kebodohan hingga jaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat ini.
Dan tak lupa pula shalawat beriring salam kita sampaikan kepada nabi besar muhammad saw yang telah membawa kita dari jaman kebodohan hingga jaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti saat ini.
Sebelum memulai pidato ini ,izinkanlah saya
memperkenalkan diri saya terlebih dahulu,dewan juri beserta hadirin yang saya
hormati perkenalkanlah saya Heru Ardila Putra yang pada kesempatan ini akan
membawakan pidato yang berjudul “Mengubah
bangsa dengan mengubah pola pikir remaja”.
Hadirin
yang saya cintai.
Era globalisasi seperti saat ini sudah saatnya bagi kita
untuk tidak hanya mebahas sebatas masalah kesejahteraan individu, karena kita
tahu dengan semakin meningkatnya teknologi serta pembangunan dimana-mana
membuat ruang gerak kita sebagai manusia semakin sempit,karena sebagian lahan
yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk tempat tinggal justru malah dialihkan
untuk menjadi tempat-tempat bagi pengusaha maupun penguasa untuk semakin
memperkaya dirinya, dengan membangun mall misalnya.
Nah, bagi sebagian orang mungkin
sebuah langkah yang bagus karena semakin menambah pusat perbelanjaan yang serba
ada, namun ada hal yang saya rasa cukup krusial sebenarnya dan harus segera di
tanggulangi dan disiasati, yaitu mengenai kepadatan penduduk. Mengapa demikian?
Karena dengan semakin meningkatnya angka kelahiran akan sangat berdampak pada
peningkatan jumlah penduduk. Hal ini bisa kita lihat pada data dari badan pusat
statistik(BPS) provinsi Riau pada tahun 2012 jumlah penduduk di Riau yang
berjumlah 5,5 juta jiwa, dan kini berdasarkan hasil rekaman e-KTP ternyata
jumlah penduduk beranjak menjadi 6,4 juta jiwa. Hal ini perlu kita perhatikan
dan menjadi bahan pertimbangan bagi kita untuk memutar otak bagaimana
mensiasati ledakan jumlah kependudukan ini yang diiringi dengan semakin
pesatnya peningkatan pembangunan dan teknologi.
Ada satu gambaran lagi yang mungkin
bisa saya paparkan, mengapa kemajuan teknologi yang semakin membuat keadaan
tentang kependudukan ini semakin parah dan butuh kerjasama kita semua untuk
mengatasinya. Bisa kita lihat contohnya di era modern seperti saat ini angka
pengguna kendaraan bermotor sangat meningkat pesat dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya, dalam hal ini saya mengambil contoh penggunaan kendaraaan roda
empat. Kenapa dalam hal ini saya menganggap peningkatan pengguna roda empat
cukup menjadi masalah, karena kita tahu bahwa semakin banyaknya pengguna
kendaraan roda empat maka akan semakin banyak lahan yang digunakan untuk jalan
bagi kendaraan tersebut, misalnya dipekanbaru sendiri yang saat ini lebar
jalannya sudah hampir 3-4 kali lipat lebih lebar dari sebelumnya, nah bagi pengguna
kendaraan mungkin ini sangat menguntungkan,tapi tanpa disadari ini justru mempersempit
lahan penduduk yang bisa dijadikan sebagai tempat tinggal, sangat tidak
seimbang dengan peningkatan jumlah penduduk yang ada.
Hadirin
yang saya banggakan.
Disisi lain sebenarnya bukan melulu
hanya masalah peningkatan sarana dan prasarana yang dapat membuat kepadatan
penduduk semakin meningkat, kitapun sebagai manusia, sebagai makhluk biologis
yang mampu tumbuh,berkembang dan menghasilkan keturunan juga harus juga
menyadari bahwa angka kepadatan penduduk itu sendiri juga disebabkan oleh kita yang
tidak mampu mengontrol angka kelahiran yang sangat pesat. Menurut saya hal ini
dipicu oleh banyak hal, namun salahsatunya yang bisa saya sampaikan ini yaitu karena
kurangnya kesadaran kita untuk tetap menjalankan program yang sudah ditetapkan
pemerintah untuk tetap mengikuti program keluarga berencana(KB) yang dimana hal
ini dapat menahan peningkatan jumlah penduduk di negri kita ini.
Hadirin
sekalian,
Sebelum kita melanjutkan pembahasan
ini izinkan saya untuk menyampaikan 2 ilustrasi maupun pandangan yang dianut di
2 negara besar yaitu Cina dan Amerika. Di Cina yang notabenenya memang negara
yang memiliki jumlah penduduk sangat tinggi saat ini memang sangat gencar dalam
menekan angka kelahiran dan jumlah penduduk, bahkan beberapa hari yang lalu
saya sempat mebaca artikel, sebuah keluarga di Cina rela untuk membunuh anaknya
yang baru lahir dikarena kan mereka hanya diizinkan memiliki satu anak, bahkan
ada yang terpaksa memberikan anaknya kepada saudara yang belum memiliki
keturunan. Dan yang satu lagi dari Amerika, menurut masyarakat Amerika keluarga
yang sejahtera itu adalah keluarga yang sudah mampu memiliki kebutuhan pokoknya
sandang, pangan, papan, ditambah lagi pendidikan dan pekerjaan.
Nah, apa kesimpulan dari 2 prinsip
dari negara besar ini, yang pertama di Cina mereka sangat fanatik dan sangat
mematuhi aturan yang ditetapkan oleh negaranya untuk hanya boleh memiliki satu
anak meskipun ada yg sampai tidak manusiawi, dan Amerika sangat berprinsip
untuk menciptakan keluarga yang sejahtera, bukan yang banyak anak. Dari pidato
saya ini saya sangat mengharapkan kepada kita semua untuk merubah pola pikit
atau mind set kita untuk berprinsip 2
anak cukup msekipun tidak ada hukuman sebenarnya jika lebih, namun kita harus
mengikuti ‘Chinese Minded’ yang
sangat berkomitmen dengan aturan negaranya, dan satu lagi kita juga harus
memiliki pemikiran ‘American Dream’
yaitu impian yang dimana sangat memperhatikan apa arti kesejahteraan bagi
sebuah keluarga. Kita perlu memadukan 2 pandangan ini untuk menciptakan negara
kita lebih sejahtera dan dengan laju pertumbuhan penduduk yang rendah.
Hadirin
yang saya banggakan, khususnya teman-teman remaja yang merupakan ujung tombak
bangsa saat ini.
Dan adapun sebenarnya andil bagi
para remaja maupun dewasa muda seperti kita saat ini yang dapat membuat keadaan
nageri ini semakin baik atau semakin buruk sebenarnya, dan saya rasa untuk
kondisi saat ini yang sudah terlanjur buruk perlu kita benahi agar menjadi
lebih baik, misalnya dengan hal sederhana saja yang dapat menekan angka
kepadatan penduduk yaitu dengan tidak melakukan seks diluar nikah, yang tanpa
kita sadari dapat meningkatkan angka kelahiran yang tak terduga, dan juga perlu
kita sadari akan pentingnya pada pemahaman tenteang pendewasaan usia perkawinan
yang secara tidak langsung dapat menahan dan akhirnya akan menurunkan angka
kelahiran yang berdampak pada kependudukan di negri kita ini.
Mungkin yang menjadi masalah saat
ini adalah bagaimana cara mendapatkan pengetahuan tentang ini semua. Pemahaman
tentang ini semua dapat kita peroleh dari banyak sumber, bisa dari organisasi
PIK atau pusat informasi dan konseling yang ada di sekolah atau kampus, bisa
dari internet yang sangat mudah didapatkan, yang penting hanyalah kesadaran dan
kemauan untuk mengetahui dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hadirin
yang saya hormati,
Demikianlah yang bisa saya sampaikan
pada kesempatan yang berbahagia ini,mohon maaf jika terdapat hal-hal yang
membuat hadirin sekalian tidak berkenaan, semoga pidato ini dapat menjadi
sedikit teguran bagi kita para remaja dan pemuda bangsa yang akan mengubah
bangsa ini menjadi bangsa yang luar biasa. Dan menjadi renungan bagi kita agar
kita menjadi insan yang tetap peduli terhadap sesama dengan sedikit demi
sedikit peran kecil yang kita berikan dan merubah pola pikir kita saat ini
untuk menghasilkan kualitas bangsa yang besar ini menjadi lebih baik lagi
Terimakasih atas perhatian Dewan Juri beserta hadirin yang
telah diberikan kepada saya dan akhir kata saya tutup dengan wabilahitaufiq wal
hidayah, wassalamualaikum wr.wb





0 komentar:
Posting Komentar